Minggu, 19 Agustus 2018

Kemeriahan KARNAVAL TAROKAN !!! dalam rangka memperingati HUT RI ke-73

Hari ini, minggu 19 Agustus 2018 pemerintah kecamatan Tarokan menyelenggarakan karnaval guna memperingati HUT RI ke-73. karnaval ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintahan, sekolah, instansi keuangan dan kesehatan, hingga masyarakat umum turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

rute karnaval adalah disepanjang Jalan Raya Kediri-Nganjuk. start dari lapangan Ds. Kedungsari hingga finish di sekitaran SMA MARDI UTOMO. meski sempat membuat arus lalu lintas menjadi padat merayap namun acara ini tetap berlangsung lancar dengan anime masyarakat yang mengikuti dan penonton yang luar biasa.

berikut adalah foto-foto yang berhasil diabadikan tim harmonikediri.com dalam kegiatan karnaval se-Kecamatan Tarokan ini :



























Jumat, 17 Agustus 2018

Kemeriahan Bapak Ibu Guru merayakan HUT RI ke 73

Kemarin 17 Agustus 2018 menjadi puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Bendera Merah Putih berkibar di seantero nusantara, dan lagu Indonesia menggaung di seluruh pelosok negeri. menyambut HUT-RI ke 73 ini banyak sekali kegiatan yang diselenggarakan masyarakat. tak terkecuali Bapak Ibu Guru SMK PGRI 1 KEDIRI yang kemarin menggelar lomba kecil-kecilan namun berlangsung sangat meriah.
Usai melaksanakan upacara kemerdekaan Bapak Ibu Guru berinisiatif untuk memeriahkan hari kemerdakaan dengan menyelenggarakan berbagai lomba sebagai bentuk rasa syukur dan cinta tanah air. meski terkesan spontan dan tanpa direncanakan namun nyatanya lomba ini sangat meriah dan menghibur. hal ini terlihat dari senyum yang terlukis di wajah bapak ibu guru yang mengikuti lomba ini.
lomba yang silenggarakan antara lain adalah balap karung, makan kerupuk, dan memasukan paku dalam botol, yang berbeda adalah pada lomba balap karung peserta diharuskan melompat dengan jongkok didalam karung yang sempit, sontak hal ini membuat para peserta banyak yang terjatuh dan terguling, hal ini membuat para penonton dan peserta itu sendiri tertawa lepas.
berikut adalah suasana kemeriahan lomba dalam bentuk video :

Minggu, 04 Februari 2018

MISTERI GUNUNG WILIS

       


                             

    Hai teman, hari ini saya akan berbagi sejarah lagi pada kalian . kali ini tentang misteri sebuah gunung yang berada di Kediri. yuk kita kepoin

    Gunung Wilis adalah sebuah gunung non-aktif  sebenernya gunung ini masih aktif teman, karna tidak ada aktifitas vulkanik maka gunung tersebut dinyatakan non aktif, Gunung mimiliki ketinggian  2552 meter. Puncaknya sendiri masih belum dapat diketahui karna banyak kumpulan bukit ketika berada diatas gunung. Berada di perbatasan antara enam kabupaten yaitu Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, dan Trenggalek. Gunng yang oleh warga dijuluki gunung Pawinihan karna literatur klasik Jawa, Gunung Wilis atau Gunung Pawinihan memiliki peran penting dalam sejarah terciptanya manusia.  Penggambaran kisah penciptaan manusia bersumber dari Jagad Gumelar – Manusia Tercipta yang di tulis oleh Agung Bimo Sutejo dan Timmy Hartadi, inilah kisahnya : dalah Sang Hyang Batara Brama yang pertama kali menciptakan manusia, diambil dari tanah dan dibuat dengan kepalan tangannya, karena Sang Hyang Batara Brama adalah Dewa Api maka wujud manusia yang dibuat terlalu gosong, makanya kemudian disebut dengan Bangsa Keling. Proses penciptaan manusia pertama itu terjadi di daratan Jawa di Gunung Bromo, dan manusia yang diciptakan saat itu suhunya sangat panas untuk tinggal di dataran rendah sehingga mereka hanya dapat hidup di ketinggian yang suhunya lebih dingin.
Kemudian Sang Hyang Batara Wisnu juga menciptakan manusia dan terwujudlah sosok manusia yang lebih baik dan sempurna [seperti manusia sekarang ini], kejadian itu masih di daratan Jawa di GunungPawinihan [sekarang Gunung Wilis]. Tetapi saat itu manusia ciptaan Sang Hyang Batara Wisnu kondisi suhunya masih sama karena hanya mampu tinggal di tempat dingin. Manusia ciptaan itu menjadi rebutan dari para Hapsara dan Hapsari untuk dimomong oleh mereka.
Maka diaturlah agar manusia mempunyai keturunan dulu dan kemudian anak-anak mereka langsung di bawa oleh para Hapsara dan Hapsari untuk kemudian wajahnya dibentuk sesuai dengan wajah dari para Hapsara dan Hapsari yang memomongnya. Hal ini dilakukan agar Arcapada dapat dipenuhi oleh manusia untuk keseimbangan alam semesta. selain itu, di dalam hutan gunung ini ada berbagai macam tumbuhan yang tidak ada di tempat lain, pawinihan sendiri menurut orang jawa adalah winih yang berarti bibit . kata wilis sendiri berasal dari kalis yang menurut orang jawa kuno berarti tidur. Legenda lain juga mengatakan bahwa di dalam gunung ini te rdapat sebuah candi tersembunyi juga pasar yang ramai di kunjungi oleh mahkluk ghaib.
 sampai sekarang pun belum ada yang menemukan bahwa di dalam gunung ini terdapat candi, akan tetapi untuk para orang yang memiliki kelebihan dalam hal ghaib mengaku melihat candi tersebut tak sedikit pula para warga sekitar yang memasuki wiayah hutannya di perdengarkan keruman orang banyak layak keramaian di pasar. nah.untuk objek wisatanya sendiri paling banyak adalah air terjun salah satu air terjunnya adalah air terjun dolo di wilayah besuki. wisata sejarahnya gunung ini merupakan napak tilas rute gerilya jenderal Sudirman. Bagi temen-temen yang suka berpetualang bisa melakukan pendakian juga di gunung ini untuk rute pendakiannya sendiri dari arah timur, pendakian dapat dimulai melalui Kabupaten Kediri tepatnya Kecamatan Mojo. Jalan menuju ke puncak gunung Wilis sudah dibangun memadai melalui Mojo. Sementara itu dari arah selatan Gunung Wilis dapat didaki dari Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Apabila ingin mencapai Gunung Wilis dari arah utara, pendakian dapat dimulai dari Kabupaten Nganjuk, sementara dari arah barat, pendakian dapat dimulai dari Kabupaten Ponorogo atau Kabupaten Madiun. Bagaiman teman? ingin mencoba sensasi yang mana? penasaran dengan cerita yang ada maka, datang langsung dan buktikan .



suasana kediri education festival 2018 #Video

halo kawan semua, Keseruan KEF 2018 di Hutan JoyoBoyo kemarin begitu berkesan untuk saya, meski saya hanya bisa hadir sore dan tidak bisa melanjutkan acara sampai selesai. meski hanya sebentar saya sempat membuat video singkat untuk kalian yang mungkin melewatkan acara tersebut.

berikut videonya :




Baca juga : semarak kediri education festival 2018

Semarak Kediri Education Festival 2018

Halo kawan-kawan semua, selamat datang di www.harmonikediri.com


Hari ini saya berkunjung ke taman hutan joyoboyo yang terletak di Banjaran, Kec. Kota kediri. Hari ini memang ada festival edukasi di sini, yaitu KEF ( Kediri Education Festival 2018 ). Dimulai pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Acara ini dimotori oleh teman-teman mahasiswa gabungan dari berbagai Universitas di Kota Kediri. KEF sendiri bertujuan untuk meningkatkan pendidikan terutama kalangan pemuda di kota kediri, oleh karena itu acara ini diisi pula dengan promosi penerimaan mahasiswa baru berbagai Universitas di kota Kediri. Bahkan ada pula yang dari luar Kota kediri seperti POLINEMA. Universitas yang mengikuti KEF ini membuka stand informasi di taman ini.


Acara ini juga di meriahkan dengan penampilan seni dari berbagai sekolah dan band lokal di kota kediri. Sore ini penonton dibuat takjub dan bertepuk tangan oleh pelajar seni dari SMK PGRI 1 Kediri, yang menampilkan drama kolosal berjudul "Penculikan Dewi Shinta" dan dikolaborasikan dengan seni tari jaranan khas kota kediri.


Meski Sekolah kejuruan yang satu ini berbasis teknik ( STM ) tapi siapa sangka mereka bisa menampilkan pertunjukan yang membuat semua penonton terpukau.

Bagi kalian yang mungkin sore ini belum bisa datang, kalian masih bisa datang malam ini, karena KEF 2018 ini akan berlangsung hingga pukul 22.00 WIB malam nanti. Dan untuk malam nanti akan di isi oleh band lokal sekitar kota kediri.

berikut adalah foto-foto yang saya ambil tadi sore :





JALAN KE BDI





 Hai teman, pada postingan kali ini saya akan berbagi informasi tentang wisata di kediri  salah satunya adalah, Bukit Dhoho Indah adalah salah satu destinasi wisata yang terletak di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kediri. Tempat ini mengusung tema techno edu park yang namanya menjadi semakin terkenal di kalangan pengguna media sosial yang sering memposting foto-foto tentang Bukit Dhoho Indah. Karena hal tersebut masyarakat mulai penasaran dan akhirnya berbondong-bondong mendatangi obyek wisata ini.
anda dan keluarga atau teman bisa melakukan banyak kegiatan yang seru dan mengasyikan seperti memancing. Jadi bagi anda yang sangat gemar mencoba peruntungan anda dengan memancing, anda bisa membawa dari rumah atau menyewa alat pancing yang ada di sana lalu duduk di pinggir kolam yang lumayan luas yang pasti berisi banyak ikan-ikan. Hampir setiap hari lokasi ini dipenuhi pengunjung karena selain memancing juga anda bisa menikmati pemandangan indah di sekitar Bukit Dhoho Wisata. Ada juga permaianan ATV yang pastinya menantang dan seru karena dengan kendaraan ini anda bisa dengan santai mengelilingi lokasi bukit ini, selain bisa digunakan berdua, anda juga tidak perlu merasa kelelahan karena berjalan. Selain kedua hal di atas, ada juga area yang menjadi primadona di obyek wisata ini yaitu taman hammock. Di sini pihak pengelola telah menyiapkan puluhan hammock berwarna-warni yang terpasang pada pohon-pohon dengan aman tentunya. Para pengunjung biasanya sangat suka sekali ke taman ini untuk mencoba sensasi berbaring di atas hammock di tengah-tengah alam yang asri dan elok.
Selain itu juga terdapat beberapa fasilitas diantaranya ialah :

- Kamar mandi umum
Fasilitas yang satu ini sepertinya sangat krusial untuk dimiliki setiap tempat wisata karena pastilah para pengunjung akan merasa perlu ke kamar mandi terutama jika mereka menghabiskan waktu berjam-jam di sini.
- Gazebo
Anda tidak sedang dalam mood untuk melakukan kegiatan seperti memancing atau mengendarai ATV? Anda bisa dengan santai menghabiskan waktu di gazebo sembari menikmati semilir angin dan bekal makanan yang anda bawa dari rumah.
- Kantin atau warung
Tidak perlu takut kelaparan jika anda lupa atau tidak membawa bekal dari rumah karena di obyek wisata ini sudah banyak warung atau kantin-kantin yang buka dan menjual berbagai makanan yang pastinya enak dengan harga terjangkau
- Mushola
Bingung di mana anda harus beribadah saat panggilan sholat telah dimulai? Anda bisa langsung menuju mushola yang juga telah disiapkan pihak manajemen.
- Lahan parkir
Lahan parkir di tempat ini lumayan luas untuk menampung kendaraan bermotor dari para pengunjung. Selain dari itu disana juga terdapat berbagai spot berfoto yang memiliki background pemandangan yang indah.
Jadi tunggu apalagi kawan yuk buruan dateng dan buktikan langsung asyiknya liburan ke BDI. Sekedar info saja Untuk jam buka dari tempat ini dimulai dari jam 09.00 hingga jam 17.00 sore. Dan tiket masuknya pun sangat terjangkau, yaitu 5.000 rupiah per orang.

Sabtu, 03 Februari 2018

mitos lengsernya presiden yang datang di kediri





 Kediri adalah salah satu kota yang ada dijawa timur. kota ini memiliki seribu legenda yang tersohor di indonesia salah satunya tentang kisah legenda cinta Dewi Kilisuci / Gunung Kelud yang sudah
pernah saya tulis sebelumnya.

  Nah, sekarang akan kita bahas adalah tentang mitos presiden yang takut datang ke Kediri. hal ini tidak luput karna kediri dulunya adalah salah satu pusat kerajaan yang tersohor di nusantara. menurut legenda presiden tidak mau datang karna akibat dari kutukan Kartikea Singha suami Ratu Shima yang juga penguasa Kerajaan Kalingga (pra Mataram Hindu abad ke-6) di Keling Kepung Kabupaten Kediri. pada masa pemerintahan Kartikea Singha, sebagai kepala negara dia menyusun kitab tentang hukum pidana pertama di nusantara yang diberi nama Kalingga Darmasastra yang terdiri dari 119 pasal. keyakinan sebenarnya untuk masuk wilayah Daha (Kota Kediri), namun sebagian besar tidak berani masuk wilayah Kota Kediri yang pusat pemerintahannya berada pada timur sungai kali brantas.
   Ratu Shima memang berasal dari Jepara atau yang dikenal dengan nama Kalingga Utara. Sedangkan suaminya Kartikea Singha berasal dari Keling Kepung Kediri atau yang dikenal dengan Kalingga Selatan.
   Dalam sejarah nusantara di daerah Keling Kepung ini pernah kembali berjaya pada periode akhir Majapahit, tatkala kerajaan itu mengalami disintegrasi, rupanya penguasa Kediri bangkit kembali dan pada tahun 1474 berhasil menumbangkan hegemoni majapahit.

   Jawa dalam keadaan pecah belah itu kekuasaannya sampai tahun 1527, bergeser kembali ke Kediri (Daha) dengan pusat kekuasaan di Keling (Kepung-Kediri) di bawah Dinasti Girindrawardhana. Dalam Prasasti Jiu disebutkan bahwa pada tahun 1486 M, nama kerajaannya: Wilwatikta Daha Jenggala Kadiri. 
Dan kerajaan ini pun berakhir akibat perluasan Islam, oleh intervensi Giri yang menganggap dinasti yang berkuasa bukanlah kelanjutan dinasti yang memerintah majapahit terdahulu. Bunyi dari kutukan tersebut ialah siapa kepala negara yang tidak suci benar masuk wilayah Kota Kediri maka dia akan jatuh oleh karena itu, kepala negara tersebut akan keluar dari Kota Kediri dengan tidak punya apa-apa.

Jumat, 02 Februari 2018

KEDIRI EDUCATION FESTIVAL, Dateng Yuk !


pengumuman-pengumuan.......!!!!

kawan-kawan semua, dateng yuk ke KEF / Kediri Education Festival 2018
acaranya akan diselenggarakan besok, minggu tanggal 4 Februari 2018 di Taman Hutan JoyoBoyo


jadi buat kalian yang besok belum ada jadwal mau kemana. mending main kesini aja. dijamin rame deh !

Pohon pisang MISTERIUS yang memiliki 4 jantung pisang di desa kalirong kab. Kediri


halo temen-temen semua. hari ini saya dikejutkan oleh kabar dari teman saya, yaitu sebuah pohon pisang misterius yang memiliki 4 jantung pisang. meski saya sendiri masih belum survei langsung ke lokasi alhamdulliah saya dapat foto dari teman saya yang berdomisili di daerah sana.

dari foto diatas memang tampak berbeda dari pohon pisang pada umumnya. kalau lazimnya pohon pisang memiliki 1 jantung pisang, pohon ini memiliki 4 jantung pisang lho....

menurut informasi singkat yang saya dapat, pohon ini terletak di desa Kalirong, Kabupaten Kediri. tepatnya di utara lapangan Kalirong.

jadi buat temen-temen yang bertempat tinggal di sekitar lokasi bisa langsung survei ya. nanti bisa tambahkan info di kolom komentar, atau nambahin foto juga bisa.

MITOS yang membuat presiden enggan berkunjung ke kediri !

hallo temen-temen semua,
selamat datang di www.harmonikediri.com


hari ini admin akan menulis tentang sebuah mitos yang mungkin masih jarang orang mengetahuinya. bahkan warga kota Kediri sendiri juga hanya sedikit yang mengetahui. mengingat Kediri adalah salah satu tempat yang sudah di lalui berbagai masa kerajaan dan termasuk kota yang sangat tua, jadi banyak sekali cerita sejarah ataupun legenda dari kota ini.

menilik kebelakang, mungkin kalian masyarakat kota kediri menyadari bahwa jarang sekali seorang kepala negara (presiden) yang berkunjung ke kota kediri. dari semua Presiden RI, tercatat hanya Ir.Soekarno, BJ Habibie dan Gus Dur yang berani memasuki Kota Kediri. dan tak selang beberapa lama mereka digulingkan dari kursi presiden dengan cara politik.

hal ini membuat masyarakat mempercayai sebuah mitos bahwa setiap kepala negara yang memasuki kota kediri akan segera lengser dari kursi kepemimpinanya. oleh masyarakat kota kediri, mitos ini dikaitkan dengan kutukan Kartikea Singha suami Ratu Shima yang juga penguasa Kerajaan Kalingga (pra Mataram Hindu abad ke-6) di Keling Kepung Kabupaten Kediri.

"Kutukannya cukup jelas, siapa kepala negara yang tidak suci benar masuk wilayah Kota Kediri maka dia akan jatuh," jelas Kiai Ngabehi Agus Sunyoto, budayawan penulis Atlas Walisongo. Dijelaskan pria yang akrab disapa Mas Agus itu, pada masa pemerintahan Kartikea Singha, sebagai kepala negara dia menyusun kitab tentang hukum pidana pertama di nusantara yang diberi nama Kalingga Darmasastra yang terdiri dari 119 pasal.

"Ini sangat tergantung kepada keyakinan sebenarnya untuk masuk wilayah Daha (Kota Kediri), namun sebagian besar tidak berani masuk wilayah Kota Kediri," tambahnya.

Ditanya lokasi Kerajaan Kalingga yang sebenarnya, sebab ada yang menyebut Kalingga berada di wilayah Jepara Jawa Tengah, Agus menjelaskan bahwa Ratu Shima memang berasal dari Jepara atau yang dikenal dengan nama Kalingga Utara. Sedangkan suaminya Kartikea Singha berasal dari Keling Kepung Kediri atau yang dikenal dengan Kalingga Selatan.

Dalam sejarah nusantara di daerah Keling Kepung ini pernah kembali berjaya pada periode akhir Majapahit, tatkala kerajaan itu mengalami disintegrasi, rupanya penguasa Kediri bangkit kembali dan pada tahun 1474 berhasil menumbangkan hegemoni majapahit.

Jawa dalam keadaan pecah belah itu kekuasaannya sampai tahun 1527, bergeser kembali ke Kediri (Daha) dengan pusat kekuasaan di Keling (Kepung-Kediri) di bawah Dinasti Girindrawardhana. Dalam Prasasti Jiu disebutkan bahwa pada tahun 1486 M, nama kerajaannya: Wilwatikta Daha Jenggala Kadiri.

Dan kerajaan ini pun berakhir akibat perluasan Islam, oleh intervensi Giri yang menganggap dinasti yang berkuasa bukanlah kelanjutan dinasti yang memerintah majapahit terdahulu.

bahkan dari petinggi intel TNI dan Polri juga membenarkan mitos yang satu ini. dan kebanyakan kepala negara tidak berani untuk memasuki wilayah kota kediri, kalaupun berani, mungkin di wilayah pinggiran kota Kediri saja. tidak berani untuk memasuki jantung Kota.

itu berarti memang kebanyakan presiden ataupun mantan presiden RI juga memnpercayai mitos ini.
bagaimana dengan kalian ? apakah kalian juga percaya ?

baca juga ya : DEWI SANGGA LANGIT

Selasa, 30 Januari 2018

DEWI SANGGA LANGIT


pada zaman dahulu hiduplah seorang puteri yang cantik jelita bernama dewi sanggalangit, beliau adalah puteri yang terkenal dari seorang raja kediri bernama raja surya wasesa.
karna wajahnya yang cantik dan sikap yang luhur banyak pangeran yang datang meminang sang puteri namun tidak ada satu pinangan dari para pnageran itu yang ia terima. masalah ini membuat hati sang raja menjadi resah tidak karuan.
hingga suatu hari sang puteri di panggil menghadap sang raja

"wahai puteriku, sampai kapan engkau akan menolak pinangan para pangeran ???'' tanya sang raja kepada puterinya.
''ayahanda mohon maaf. sebenarnya hamba belum berhasrat untuk bersuami .'' jawab sang puteri
'' wahai puteriku dengan engkau menolak pinangan para pangeran tersebut, akan ada gejolak pertikaian antar kerajaan yang mengancam kesejahteraan rakyat kita.'' ulang baginda
'' baiklah ayahanda, demi kesejahteraan semua rakyat kediri ini saya mau dipersunting, akan tetapi saya mengajukan syarat kepada calon suami hamba nantinya...''
'' apakah syarat yang engkau pinta wahai puteri ku.'' sahut baginda dengan perasaan yang gembira
'' hamba mohon diberikan waktu beberapa hari''
'' baiklah nak,,,'' jawab sang raja

sang puteri pun pamit undur diri dari hadapan sang raja.
lalu sang dewi pun melakukan semedi meminta petunjuk terhadap sang dewa selama tiga hari tiga malam, pada hari keempat sang puteri bersemedi akhirnya sang puteri kembali menghadap sang ayah.
''ayah hamba datang menghadap ingin mengajukan sebuah syarat kepada calon suami hamba nantinya harus menghadirkan sebuah tontonan yang menarik yang belum pernah ada sebelumnya, semacam tarian yang diiringi oleh tabuhan gamelan,dilengkapi dengan barisan pasukan berkuda kembar sebanyak seratus empat puluh ekor yang akan dignakan sebagai pengiring pengantin, yang terakhir harus disertai pula binatang berkepala dua''
'' wahh,, berat sekali syarat yang engkau pinta nak,, namun baiklah ayahanda memahami semua keiginanmu itu..''

walaupun syarat yang diajukan puteri sangat berat namun sang raja tetap mengumumkannya kepada seluruh kerajaan maupun ke negeri seberang.
para pelamar yang dulunya menggebu ingin memperistri sang dewi, semua mengundurkan diri karna syarat sang puteri yang mustahil untuk di penuhi.
akhirnya hanya tingga dua orang kesatria yang memenuhi permintaan sang dewi. mereka adalah raja singobarong dari kerajaan lodaya dan raja kelanaswandana dari kerajaan bandar angin.

 Baginda Raja sangat terkejut mendengar kesanggupan kedua raja itu.
 Sebab raja Singabarong adalah manusia yang aneh, ia seorang manusia berkepala harimau.
 Wataknya buas dan kejam. Sedangkan Kelanaswandana adalah seorang raja yang berwajah tampan dan gagah, namun punya kebiasaan aneh. Suka pada anak laki-laki. Anak laki-laki dianggapnya sebagai gadis-gadis cantik. Namun semua sudah terlanjur, sang Dewi tidak bisa menggagalkan persyaratan yang telah diumumkannya.


Raja Singabarong bertubuh besar dan tinggi. Dari bagian leher keatas berwujud harimau yang meyeramkan. Berbulu lebat dan dipenuhi dengan kutu-kutu. Itulah sebabnya ia memelihara seekor burung merak yang rajin mematuki kutu-kutunya.

Raja Singabarong telah memerintahkan kepada para abdinya untuk mencarikan kuda-kuda kembar. Mengerahkan para seniman untuk menciptakan sebuah tontonan yang menarik dan mendapatkan seekor binatang berkepala dua.. Namun pekerjaan tersebut ternyata tidak mudah. Kuda kembar sudah bisa dikumpulkan, namun tontonan dengan kreasi yang baru belum juga tercipta, demikian pula dengan binatang berkepala dua belum juga bisa didapatkan.

Maka pada suatu hari ia memanggil patihnya yang bernama Iderkala. Ia diutus oleh Raja Singabarong untuk menyelidiki kesiapan dari pesaingnya, Kelanaswandana. Patih Iderkala dan beberapa prajurit terlatihnya segera berangkat menuju kerajaan Bandarangin dengan menyamar sebagai seorang pedagang. Setelah mereka melakukan penyelidika dengan seksama selama beberapa hari, mereka kembali ke Lodaya.


"Ampun Baginda. Kiranya si Kelanaswanda hampir berhasil mewujudkan permintaan sang Dewi.  Hamba melihat lebih dari seratus kuda dikumpulkan. Mereka juga telah menyiapka tontonan yang  menarik dan sangat menakjubkan." Patih Iderkala melaporkan.

"Wah Celaka..!! Kalau begitu, sebentar lagi dia dapat merebut sang Dewi sebagai istrinya." Kata Raja Singabarong."Lalu bagaimana dengan binatang berkepala duanya??

Apa mereka juga sudah siapkan??"

"Hanya binatang itulah yang belum mereka siapkan Baginda, tapi nampaknya sebentar lagi mereka dapat menyiapkannya" Sambung Patih Iderkala. Dengan perasaan marah raja Singobarong pun akhirnya memerintah patihnya untuk menyerang kerajaan bandar angin.

Demikianlah, raja Singabarong ingin bermaksud untuk merebut hasil usaha keras raja Kelanaswandana. Setelah mengadakan persiapan yang matang, raja Singabarong memerintahkan beberapa mata-matanya untuk menyelidiki perjalanan yang ditempuh raja Kelanaswandana dari Bandarangin menuju Kediri. Rencananya raja Singabarong akan menyerbu mereka diperjalanan dan merebut hasil usaha Raja Kelanaswandana untuk diserahkan sendiri kepada Dewi Sanggalangit.

Namun, Rencana raja Singabarong hancur karena semua mata-mtanya berhasil ditangkap dan dibunuh oleh prajurit kerajaan Bandarangin karena kedok mereka terbongkar. Sementara itu raja Singabarong yang menunggu laporan dari pajurit mata-matanya yang di kirim ke kerajaan Bandarangin nampak gelisah. Ia segera memerintahkan kepada patih Iderkala untuk menyusul mereka ke perbatasan. Sementara ia sendiri pergi ke tamansari untuk menemui si burung merak, karena pada saat itu kepalanya terasa gatal sekali.

"Hai burung merak, cepat patukilah kutu-kutu dikepalaku!" Teriak aja Singabarong menahan gatal.

Burung merak yang biasa melakukan tugasnya segera hinggap di bahu Raja Singabarong dan mulai mematuki kutu-kutu yang bertebaran di kepala Raja Singabarong. Karena Patukan-patukan yang nikmat dari Burung Merak itu, raja Singabarong sampai tertidur pulas. Ia sama sekali tak mengetahui keadaan diluar istana. Karena tak ada prajurit yang berani melapor kepadanya.



Diluar istana pasukan Bandarangin telah menyerbu dan mengalahkan prajurit Lodaya. Bahkan patih Iderkala yang dikirim ke perbatasan telah tewas terlebih dahulu karena berpapasan dengan pasukan Bandarangin. Ketika pertempuran itu sudah merambat ke dalam istana dekat tamansari, barulah Raja Singabarong terbangun dari tidurnya karena mendengar suara ribut-ribut.

 Sementara si burung merak masih saja terus mematuki kutu-kutu di kepala Raja Singabarong. Jika dilihat secara sepintas dari depan Raja Singabarong terlihat seperti binatang berkepala dua yaitu berkepala harimau dan merak.

"Prajurit mengapa diluar sana ribut-ribut...!!!" Teriak raja Singabarong marah.
Namun tak ada jawaban, kecuali berkelebatnya bayangan seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah raja Kelanaswandana.

raja Singabarong terkejut sekali. "Hai raja Kelanaswandana mau apa kau datang kemari..??"
"Jangan pura-pura tidak tahu!!" Sahut raja Kelanawandana.

 "Bukankah kau hendak merampas usahaku dalam memenuhi persyaratan sang Dewi..!!"

"Hemm, jadi kau sudah tahu??" Sahut raja Singabarong dengan penuh rasa malu.

"Ya, maka aku akan menghukummu!!"

Lalu Raja kelanaswandana mengeluarkan kesaktianya . Seketika kepala Raja Singabarong menjadi berubah. Burung merak yang tadinya hinggap di bahunya lalu menempel dan menyatu dengan kepala Raja Singabarong.  Raja Singabarong marah bukan kepalang, lalu ia mencabut kerisnya dan meloncat untuk menyerang Raja Kelanaswandana.  Namun Raja Kelanaswandana segera mengayunkan cambuk saktinya yang bernama Samandiman ketubuh Raja Singabarong. Cambuk itu dapat megeluarkan hawa panas dan suaranya seperti halilintar.



Begitu terkena sabetan Cambuk itu, Raja Singabarong terpental dan mengglepar-glepar diatas tanah. Seketika tubuhnya terasa lemah dan berubah menjadi  binatang aneh, berkepala dua yaitu harimau dan merak. Ia tidak dapat berbicara dan akalnya pun hilang. Raja Kelanaswandana segera memerintahkan prajuritnya untuk menangkap Singabarong dan membawanya ke negeri Bandarangin.



Beberapa hari kemudian Raja Kelanaswandana mengirim utusan yang memberitahukan Raja Kediri bahwa ia segera datang membawa persyaratan Dewi Sanggalangit. 

Raja Kediri langsung memanggil sang Dewi .
"Anakku apa kau benar-benar bersedia menjadi istri dari Raja Kelanaswandana??"

"Ayahanda, apakah Raja Kelanaswandana sanggup untuk memenuhi semua persyaratan yang telah hamba sampaikan??"

"Tentu saja, Dia akan datang dengan semua persyaratan yang kau ajukan, masalahnya sekarang apakah kau tidak menyesal juka harus menjadi istri Raja Kelanaswandana??".

"Jika hal itu sudah menjadi jodoh, hamba akan menerimanya sebagai Suami hamba ayahanda, dan hamba akan merubah kebiasaan buruk Raja Kelanaswandana yag suka kepada laki-laki itu."

Demikianlah, pada hari yang sudah ditentukan datanglah rombongan Raja Kelanaswandana dngan kesenian yang diberi nama Reog sebagai pengiring. Raja Kelanaswandana datang dengan iringan seratus empat puluh ekor kuda kembar, dengan suara gamelan, kendang, dan terompet aneh yang menimbulkan perpaduan suara aneh tapi merdu dan mendayu-dayu. Ditambah lagi dengan hadirnya binatang aneh yang berkepala dua, yaitu harimau dan merak.



Pada akhirnya Dewi Sanggalangit lalu menikah dengan Raja Kelanaswandana dan Dewi Sanggalangit diboyong ke kerajaan Bandarangin di Wengker untuk dijadikan permaisurinya. Lalu kesenian ini dinamai sebagai Reog yang sering kita kenal sebagai Reog Ponorogo.