Jumat, 01 September 2017

kisah dewi kilisuci dan lembu suro


Pada zaman Kerajaan Kahuripan atau yang lebih dikenal dengan Kerajaan KEDIRI, Prabu Airlangga memiliki seorang putri bernama Dyah Ayu Puspasari yang bergelar Sanggramawijaya Tunggadewi atau dikenal juga Dewi Kilisuci, Layaknya seorang putri zaman dahulu, Dewi Kilisuci sangatlah cantik dan berbudi pekerti halus. Dia sangat mencintai rakyatnya dan begitu pula sebaliknya. Tokoh Dewi Kili Suci dalam Cerita Panji dikisahkan juga sebagai sosok agung yang sangat dihormati.

Ia sering membantu kesulitan pasangan Panji Inu Kertapati dan Galuh Candrakirana, keponakannya. Suatu hari Mahasesura atau biasa disebut Lembu Suro, seorang adipati dari kerajaan tetangga datang untuk melamarnya. Lembu Suro adalah seorang yang sakti mandraguna. Kepalanya berbentuk Kerbau sedangkan badannya ke bawah berbentuk manusia.

Dewi Kilisuci sangat sedih mendapat lamaran Lembu Suro. Namun apadaya, kekuatannya dan ayahandanya tidak kuasa untuk menolak keinginan Lembu Suro dan kerajaannya.

Ketika tenaga nya sudah tidak bisa diandalkan, maka otaklah yang berkerja. Dewi Kilisuci membuat permintaan kepada Lembu Suro atau istilahnya syarat untukLembu Suro kalau tetap ingin mendapatkannya. Dewi Kilisuci ingin dibuatkan sumur raksasa dalam waktu 1 hari. Maka berangkatlah Lembu Suro untuk membuatnya.

Sumur raksasa pun tercipta berkat kesaktian Lembu Suro. Namun sayang, Lembu Suro jatuh ke dalam sumur itu karena dijebak Dewi KiliSuci. Para prajurit Kadiri atas perintah Dewi KiliSuci menimbun sumur itu dengan batu-batuan, Timbunan batu begitu banyak sampai menggunung, dan terciptalah Gunung Kelud. Oleh sebab itu, apabila Gunung Kelud meletus, daerah Kediri selalu menjadi korban, sebagai wujud kemarahan arwah Lembu Suro.

"wong Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping yoiku. Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi Kedung".

karena penyesalanya, Dewi Kilisuci memutuskan untuk bertapa disebuah gua yang sekarang kita kenal sebagai gua Selomangleng. ia Juga menolak tahta kahuripan dan memilih bertapa hingga mencapai moksa.

0 komentar:

Posting Komentar