Selasa, 30 Januari 2018

DEWI SANGGA LANGIT


pada zaman dahulu hiduplah seorang puteri yang cantik jelita bernama dewi sanggalangit, beliau adalah puteri yang terkenal dari seorang raja kediri bernama raja surya wasesa.
karna wajahnya yang cantik dan sikap yang luhur banyak pangeran yang datang meminang sang puteri namun tidak ada satu pinangan dari para pnageran itu yang ia terima. masalah ini membuat hati sang raja menjadi resah tidak karuan.
hingga suatu hari sang puteri di panggil menghadap sang raja

"wahai puteriku, sampai kapan engkau akan menolak pinangan para pangeran ???'' tanya sang raja kepada puterinya.
''ayahanda mohon maaf. sebenarnya hamba belum berhasrat untuk bersuami .'' jawab sang puteri
'' wahai puteriku dengan engkau menolak pinangan para pangeran tersebut, akan ada gejolak pertikaian antar kerajaan yang mengancam kesejahteraan rakyat kita.'' ulang baginda
'' baiklah ayahanda, demi kesejahteraan semua rakyat kediri ini saya mau dipersunting, akan tetapi saya mengajukan syarat kepada calon suami hamba nantinya...''
'' apakah syarat yang engkau pinta wahai puteri ku.'' sahut baginda dengan perasaan yang gembira
'' hamba mohon diberikan waktu beberapa hari''
'' baiklah nak,,,'' jawab sang raja

sang puteri pun pamit undur diri dari hadapan sang raja.
lalu sang dewi pun melakukan semedi meminta petunjuk terhadap sang dewa selama tiga hari tiga malam, pada hari keempat sang puteri bersemedi akhirnya sang puteri kembali menghadap sang ayah.
''ayah hamba datang menghadap ingin mengajukan sebuah syarat kepada calon suami hamba nantinya harus menghadirkan sebuah tontonan yang menarik yang belum pernah ada sebelumnya, semacam tarian yang diiringi oleh tabuhan gamelan,dilengkapi dengan barisan pasukan berkuda kembar sebanyak seratus empat puluh ekor yang akan dignakan sebagai pengiring pengantin, yang terakhir harus disertai pula binatang berkepala dua''
'' wahh,, berat sekali syarat yang engkau pinta nak,, namun baiklah ayahanda memahami semua keiginanmu itu..''

walaupun syarat yang diajukan puteri sangat berat namun sang raja tetap mengumumkannya kepada seluruh kerajaan maupun ke negeri seberang.
para pelamar yang dulunya menggebu ingin memperistri sang dewi, semua mengundurkan diri karna syarat sang puteri yang mustahil untuk di penuhi.
akhirnya hanya tingga dua orang kesatria yang memenuhi permintaan sang dewi. mereka adalah raja singobarong dari kerajaan lodaya dan raja kelanaswandana dari kerajaan bandar angin.

 Baginda Raja sangat terkejut mendengar kesanggupan kedua raja itu.
 Sebab raja Singabarong adalah manusia yang aneh, ia seorang manusia berkepala harimau.
 Wataknya buas dan kejam. Sedangkan Kelanaswandana adalah seorang raja yang berwajah tampan dan gagah, namun punya kebiasaan aneh. Suka pada anak laki-laki. Anak laki-laki dianggapnya sebagai gadis-gadis cantik. Namun semua sudah terlanjur, sang Dewi tidak bisa menggagalkan persyaratan yang telah diumumkannya.


Raja Singabarong bertubuh besar dan tinggi. Dari bagian leher keatas berwujud harimau yang meyeramkan. Berbulu lebat dan dipenuhi dengan kutu-kutu. Itulah sebabnya ia memelihara seekor burung merak yang rajin mematuki kutu-kutunya.

Raja Singabarong telah memerintahkan kepada para abdinya untuk mencarikan kuda-kuda kembar. Mengerahkan para seniman untuk menciptakan sebuah tontonan yang menarik dan mendapatkan seekor binatang berkepala dua.. Namun pekerjaan tersebut ternyata tidak mudah. Kuda kembar sudah bisa dikumpulkan, namun tontonan dengan kreasi yang baru belum juga tercipta, demikian pula dengan binatang berkepala dua belum juga bisa didapatkan.

Maka pada suatu hari ia memanggil patihnya yang bernama Iderkala. Ia diutus oleh Raja Singabarong untuk menyelidiki kesiapan dari pesaingnya, Kelanaswandana. Patih Iderkala dan beberapa prajurit terlatihnya segera berangkat menuju kerajaan Bandarangin dengan menyamar sebagai seorang pedagang. Setelah mereka melakukan penyelidika dengan seksama selama beberapa hari, mereka kembali ke Lodaya.


"Ampun Baginda. Kiranya si Kelanaswanda hampir berhasil mewujudkan permintaan sang Dewi.  Hamba melihat lebih dari seratus kuda dikumpulkan. Mereka juga telah menyiapka tontonan yang  menarik dan sangat menakjubkan." Patih Iderkala melaporkan.

"Wah Celaka..!! Kalau begitu, sebentar lagi dia dapat merebut sang Dewi sebagai istrinya." Kata Raja Singabarong."Lalu bagaimana dengan binatang berkepala duanya??

Apa mereka juga sudah siapkan??"

"Hanya binatang itulah yang belum mereka siapkan Baginda, tapi nampaknya sebentar lagi mereka dapat menyiapkannya" Sambung Patih Iderkala. Dengan perasaan marah raja Singobarong pun akhirnya memerintah patihnya untuk menyerang kerajaan bandar angin.

Demikianlah, raja Singabarong ingin bermaksud untuk merebut hasil usaha keras raja Kelanaswandana. Setelah mengadakan persiapan yang matang, raja Singabarong memerintahkan beberapa mata-matanya untuk menyelidiki perjalanan yang ditempuh raja Kelanaswandana dari Bandarangin menuju Kediri. Rencananya raja Singabarong akan menyerbu mereka diperjalanan dan merebut hasil usaha Raja Kelanaswandana untuk diserahkan sendiri kepada Dewi Sanggalangit.

Namun, Rencana raja Singabarong hancur karena semua mata-mtanya berhasil ditangkap dan dibunuh oleh prajurit kerajaan Bandarangin karena kedok mereka terbongkar. Sementara itu raja Singabarong yang menunggu laporan dari pajurit mata-matanya yang di kirim ke kerajaan Bandarangin nampak gelisah. Ia segera memerintahkan kepada patih Iderkala untuk menyusul mereka ke perbatasan. Sementara ia sendiri pergi ke tamansari untuk menemui si burung merak, karena pada saat itu kepalanya terasa gatal sekali.

"Hai burung merak, cepat patukilah kutu-kutu dikepalaku!" Teriak aja Singabarong menahan gatal.

Burung merak yang biasa melakukan tugasnya segera hinggap di bahu Raja Singabarong dan mulai mematuki kutu-kutu yang bertebaran di kepala Raja Singabarong. Karena Patukan-patukan yang nikmat dari Burung Merak itu, raja Singabarong sampai tertidur pulas. Ia sama sekali tak mengetahui keadaan diluar istana. Karena tak ada prajurit yang berani melapor kepadanya.



Diluar istana pasukan Bandarangin telah menyerbu dan mengalahkan prajurit Lodaya. Bahkan patih Iderkala yang dikirim ke perbatasan telah tewas terlebih dahulu karena berpapasan dengan pasukan Bandarangin. Ketika pertempuran itu sudah merambat ke dalam istana dekat tamansari, barulah Raja Singabarong terbangun dari tidurnya karena mendengar suara ribut-ribut.

 Sementara si burung merak masih saja terus mematuki kutu-kutu di kepala Raja Singabarong. Jika dilihat secara sepintas dari depan Raja Singabarong terlihat seperti binatang berkepala dua yaitu berkepala harimau dan merak.

"Prajurit mengapa diluar sana ribut-ribut...!!!" Teriak raja Singabarong marah.
Namun tak ada jawaban, kecuali berkelebatnya bayangan seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah raja Kelanaswandana.

raja Singabarong terkejut sekali. "Hai raja Kelanaswandana mau apa kau datang kemari..??"
"Jangan pura-pura tidak tahu!!" Sahut raja Kelanawandana.

 "Bukankah kau hendak merampas usahaku dalam memenuhi persyaratan sang Dewi..!!"

"Hemm, jadi kau sudah tahu??" Sahut raja Singabarong dengan penuh rasa malu.

"Ya, maka aku akan menghukummu!!"

Lalu Raja kelanaswandana mengeluarkan kesaktianya . Seketika kepala Raja Singabarong menjadi berubah. Burung merak yang tadinya hinggap di bahunya lalu menempel dan menyatu dengan kepala Raja Singabarong.  Raja Singabarong marah bukan kepalang, lalu ia mencabut kerisnya dan meloncat untuk menyerang Raja Kelanaswandana.  Namun Raja Kelanaswandana segera mengayunkan cambuk saktinya yang bernama Samandiman ketubuh Raja Singabarong. Cambuk itu dapat megeluarkan hawa panas dan suaranya seperti halilintar.



Begitu terkena sabetan Cambuk itu, Raja Singabarong terpental dan mengglepar-glepar diatas tanah. Seketika tubuhnya terasa lemah dan berubah menjadi  binatang aneh, berkepala dua yaitu harimau dan merak. Ia tidak dapat berbicara dan akalnya pun hilang. Raja Kelanaswandana segera memerintahkan prajuritnya untuk menangkap Singabarong dan membawanya ke negeri Bandarangin.



Beberapa hari kemudian Raja Kelanaswandana mengirim utusan yang memberitahukan Raja Kediri bahwa ia segera datang membawa persyaratan Dewi Sanggalangit. 

Raja Kediri langsung memanggil sang Dewi .
"Anakku apa kau benar-benar bersedia menjadi istri dari Raja Kelanaswandana??"

"Ayahanda, apakah Raja Kelanaswandana sanggup untuk memenuhi semua persyaratan yang telah hamba sampaikan??"

"Tentu saja, Dia akan datang dengan semua persyaratan yang kau ajukan, masalahnya sekarang apakah kau tidak menyesal juka harus menjadi istri Raja Kelanaswandana??".

"Jika hal itu sudah menjadi jodoh, hamba akan menerimanya sebagai Suami hamba ayahanda, dan hamba akan merubah kebiasaan buruk Raja Kelanaswandana yag suka kepada laki-laki itu."

Demikianlah, pada hari yang sudah ditentukan datanglah rombongan Raja Kelanaswandana dngan kesenian yang diberi nama Reog sebagai pengiring. Raja Kelanaswandana datang dengan iringan seratus empat puluh ekor kuda kembar, dengan suara gamelan, kendang, dan terompet aneh yang menimbulkan perpaduan suara aneh tapi merdu dan mendayu-dayu. Ditambah lagi dengan hadirnya binatang aneh yang berkepala dua, yaitu harimau dan merak.



Pada akhirnya Dewi Sanggalangit lalu menikah dengan Raja Kelanaswandana dan Dewi Sanggalangit diboyong ke kerajaan Bandarangin di Wengker untuk dijadikan permaisurinya. Lalu kesenian ini dinamai sebagai Reog yang sering kita kenal sebagai Reog Ponorogo.


0 komentar:

Posting Komentar