Sabtu, 03 Februari 2018

mitos lengsernya presiden yang datang di kediri





 Kediri adalah salah satu kota yang ada dijawa timur. kota ini memiliki seribu legenda yang tersohor di indonesia salah satunya tentang kisah legenda cinta Dewi Kilisuci / Gunung Kelud yang sudah
pernah saya tulis sebelumnya.

  Nah, sekarang akan kita bahas adalah tentang mitos presiden yang takut datang ke Kediri. hal ini tidak luput karna kediri dulunya adalah salah satu pusat kerajaan yang tersohor di nusantara. menurut legenda presiden tidak mau datang karna akibat dari kutukan Kartikea Singha suami Ratu Shima yang juga penguasa Kerajaan Kalingga (pra Mataram Hindu abad ke-6) di Keling Kepung Kabupaten Kediri. pada masa pemerintahan Kartikea Singha, sebagai kepala negara dia menyusun kitab tentang hukum pidana pertama di nusantara yang diberi nama Kalingga Darmasastra yang terdiri dari 119 pasal. keyakinan sebenarnya untuk masuk wilayah Daha (Kota Kediri), namun sebagian besar tidak berani masuk wilayah Kota Kediri yang pusat pemerintahannya berada pada timur sungai kali brantas.
   Ratu Shima memang berasal dari Jepara atau yang dikenal dengan nama Kalingga Utara. Sedangkan suaminya Kartikea Singha berasal dari Keling Kepung Kediri atau yang dikenal dengan Kalingga Selatan.
   Dalam sejarah nusantara di daerah Keling Kepung ini pernah kembali berjaya pada periode akhir Majapahit, tatkala kerajaan itu mengalami disintegrasi, rupanya penguasa Kediri bangkit kembali dan pada tahun 1474 berhasil menumbangkan hegemoni majapahit.

   Jawa dalam keadaan pecah belah itu kekuasaannya sampai tahun 1527, bergeser kembali ke Kediri (Daha) dengan pusat kekuasaan di Keling (Kepung-Kediri) di bawah Dinasti Girindrawardhana. Dalam Prasasti Jiu disebutkan bahwa pada tahun 1486 M, nama kerajaannya: Wilwatikta Daha Jenggala Kadiri. 
Dan kerajaan ini pun berakhir akibat perluasan Islam, oleh intervensi Giri yang menganggap dinasti yang berkuasa bukanlah kelanjutan dinasti yang memerintah majapahit terdahulu. Bunyi dari kutukan tersebut ialah siapa kepala negara yang tidak suci benar masuk wilayah Kota Kediri maka dia akan jatuh oleh karena itu, kepala negara tersebut akan keluar dari Kota Kediri dengan tidak punya apa-apa.

0 komentar:

Posting Komentar