Jumat, 02 Februari 2018

MITOS yang membuat presiden enggan berkunjung ke kediri !

hallo temen-temen semua,
selamat datang di www.harmonikediri.com


hari ini admin akan menulis tentang sebuah mitos yang mungkin masih jarang orang mengetahuinya. bahkan warga kota Kediri sendiri juga hanya sedikit yang mengetahui. mengingat Kediri adalah salah satu tempat yang sudah di lalui berbagai masa kerajaan dan termasuk kota yang sangat tua, jadi banyak sekali cerita sejarah ataupun legenda dari kota ini.

menilik kebelakang, mungkin kalian masyarakat kota kediri menyadari bahwa jarang sekali seorang kepala negara (presiden) yang berkunjung ke kota kediri. dari semua Presiden RI, tercatat hanya Ir.Soekarno, BJ Habibie dan Gus Dur yang berani memasuki Kota Kediri. dan tak selang beberapa lama mereka digulingkan dari kursi presiden dengan cara politik.

hal ini membuat masyarakat mempercayai sebuah mitos bahwa setiap kepala negara yang memasuki kota kediri akan segera lengser dari kursi kepemimpinanya. oleh masyarakat kota kediri, mitos ini dikaitkan dengan kutukan Kartikea Singha suami Ratu Shima yang juga penguasa Kerajaan Kalingga (pra Mataram Hindu abad ke-6) di Keling Kepung Kabupaten Kediri.

"Kutukannya cukup jelas, siapa kepala negara yang tidak suci benar masuk wilayah Kota Kediri maka dia akan jatuh," jelas Kiai Ngabehi Agus Sunyoto, budayawan penulis Atlas Walisongo. Dijelaskan pria yang akrab disapa Mas Agus itu, pada masa pemerintahan Kartikea Singha, sebagai kepala negara dia menyusun kitab tentang hukum pidana pertama di nusantara yang diberi nama Kalingga Darmasastra yang terdiri dari 119 pasal.

"Ini sangat tergantung kepada keyakinan sebenarnya untuk masuk wilayah Daha (Kota Kediri), namun sebagian besar tidak berani masuk wilayah Kota Kediri," tambahnya.

Ditanya lokasi Kerajaan Kalingga yang sebenarnya, sebab ada yang menyebut Kalingga berada di wilayah Jepara Jawa Tengah, Agus menjelaskan bahwa Ratu Shima memang berasal dari Jepara atau yang dikenal dengan nama Kalingga Utara. Sedangkan suaminya Kartikea Singha berasal dari Keling Kepung Kediri atau yang dikenal dengan Kalingga Selatan.

Dalam sejarah nusantara di daerah Keling Kepung ini pernah kembali berjaya pada periode akhir Majapahit, tatkala kerajaan itu mengalami disintegrasi, rupanya penguasa Kediri bangkit kembali dan pada tahun 1474 berhasil menumbangkan hegemoni majapahit.

Jawa dalam keadaan pecah belah itu kekuasaannya sampai tahun 1527, bergeser kembali ke Kediri (Daha) dengan pusat kekuasaan di Keling (Kepung-Kediri) di bawah Dinasti Girindrawardhana. Dalam Prasasti Jiu disebutkan bahwa pada tahun 1486 M, nama kerajaannya: Wilwatikta Daha Jenggala Kadiri.

Dan kerajaan ini pun berakhir akibat perluasan Islam, oleh intervensi Giri yang menganggap dinasti yang berkuasa bukanlah kelanjutan dinasti yang memerintah majapahit terdahulu.

bahkan dari petinggi intel TNI dan Polri juga membenarkan mitos yang satu ini. dan kebanyakan kepala negara tidak berani untuk memasuki wilayah kota kediri, kalaupun berani, mungkin di wilayah pinggiran kota Kediri saja. tidak berani untuk memasuki jantung Kota.

itu berarti memang kebanyakan presiden ataupun mantan presiden RI juga memnpercayai mitos ini.
bagaimana dengan kalian ? apakah kalian juga percaya ?

baca juga ya : DEWI SANGGA LANGIT

0 komentar:

Posting Komentar